Thursday, 1 January 2015

Traveling itu...

Traveling itu... saat dimana orang yang melangkah bersamamu bisa menjadi orang yang tidak kau kenal sebelumnya. Bisa bersikap apa yang tak pernah kau duga sebelumnya. Bertindak apa yang tak terbayangkan sebelumnya. Traveling membuat sifat asli seseorang dapat terlihat. Perlahan muncul ke permukaan. Menyala nyala dengan terang benderang.

Traveling membuat orang dapat menjadi amat emosional dan sabar sekaligus.
Jadi nekat, berani, bahkan penakut dalam satu waktu. Nekat dan berani menentang bahaya, takut akan resiko yang mengancam orang yang sedang bersamanya. Tidak hanya lagi tentang diri sendiri melainkan kepedulian kepada orang lain, dan keinginan untuk tetap menjaga ego diri yang acapkali menyeruak; manusiawi.

Dari bagaimana kita bersikap pada orang lain dan diri kita sendiri; ditengah kondisi bahaya, tegang, keterpaksaan, tak terduga sama sekali, lelah, terlalu takut, terlalu bahagia, berselisih paham, adu pendapat; ditempat yang sama sekali asing, sekeliling yang tak dikenal, tempat yang tidak nyaman; dari situlah kita bisa lebih mengenal. Diri kita, dia, mereka. Asli. Bukan buatan apalagi kiasan. Bisa jadi buruk. Bisa jadi baik.

1 januari. Hujan tak kunjung berhenti. Aku rindu perjalanan kita.

[Review] Warung Ramen Kukel Depok

Gue dan Wahyu kebetulan punya kesenangan sama yaitu nyicip makanan Jepang hehe mungkin karena Wahyu kebanyakan nonton NHK dan terlalu ngidol sama JKT48. Jadi waktu di Depok adalah kesempatan dia buat jajan lucu apa yang susah dia temuin di rumah

Waktu lewat kukel, gue inget ada warung ramen yang lagi dibangun gitu. Dan bener aja, waktu lewat lagi warungnya sudah buka dan ada opening promo diskon 50% untuk ramennya. Kita nggak mau ngelewatin kesempatan ini doong. Lokasinya di Jl. Palakali yaaa pokoknya di jalan yang dari gerbang UI kukel

Tempat & suasana
Kita datang sekitar pukul 7 malam. Meja hampir terisi penuh. Wow kece, mengingat untuk bisnis kuliner di sekitaran kutek kukel ini menurut gue agak kurang menjanjikan, entah kenapa. Mungkin anak UI duitnya udah abis buat bayar ojek jadi nggak terlalu kepengen jajan hahaha. Dekorasinya standar warung ramen dengan lesehan mat yang terlihat cukup nyaman. Pegawainya menyapa dengan riang gembira mirip kaya di Jepang sana (kayanya hahaha)

Menu & Harga
Warung ramen menyediakan ramen miso, wakame, tom yum dan satu lagi lupa (15k) hehe. Selain itu juga ada roti bakar berbagai rasa (8-9k) dan toping ramen seperti crabstick, chicken katsu, beef slice dll (kisaran 9k), untuk minum ada teh, minuman blended maupun hangat (kisaran 9k, teh 4k)

Gue memesan ramen wakame yaitu kuah rumput laut plus crabstick 3pcs dan Wahyu memesan ramen tomyum plus es teh manis.

Pesanan Kami
Rasa
Kuah ramennya enyaaaak, nggak mirip indomie, rumput laut maupun tom yumnya kerasa, tapi memang masih kalah sama ramen 1 (yaiyalah mahal hahaha) tapi untuk mie nya menurut gue kurang rebus dikiiit sama topingnya terlalu pelit yaitu sedikit jamur, sedikit wortel tapi banyak rumput laut dan sepotong telur rebus. Overall porsinya standar nggak dikit tapi nggak buanyak kaya ramen-ramen biasanya. Yaaa sebandinglah ya sama harganya yang 15ribu sehingga kalo mau puas kita harus nambah topingnya terpisah. Crabsticknya juga ngerebusnya pas jadi enak kenyal gimana gitu.

Take a closer look
 
Pelayanan
Oiya, pegawainya juga cukup ramah meskipun masih kaku gitu (namanya juga baru) dan penyajiannya juga standar ga lama ga cepet, tempatnya juga cukup bersih

Bakalan ke sini lagi? Yes, dekat, murah dan rasa lumayan :)

Asean Recruiting Project Revo Community: Kesempatan Kedua

Pernah nggak kalian merasa kalian seperti mendapat suatu "kesempatan kedua"?

Ketika kalian melakukan kesalahan, tapi ternyata ada yang membuat kalian bisa memperbaikinya. Ketika merasa gagal namun ternyata ada kesuksesan di kesempatan yang lain.

Awal semester 7 yang lalu, gue mendapatkan email dari Career Development Center dari Revo Community terkait Asean Recruiting Project. Sekilas membaca, bisa ditarik kesimpulan bahwa program ini adalah suatu les bahasa jepang gratis selama 1 tahun dimana targetnya adalah lolos ujian N4 dimana aslinya harus ditempuh dalam waktu 4 tahun. Di ujung periode, program ini membantu peserta sebagai wadah agar dapat bekerja di perusahaan Jepang. Menarik dan menggiurkan, tentu. Karena selama SMA gue mendapatkan pelajaran bahasa asing bahasa jepang guepun tertarik untuk ikut tes ini. Peserta yang akan diterima untuk ikut les yaitu sebanyak 100 orang. Materi tes adalah bahasa inggris, matematika dasar dan beberapa essay seputar rencana di jepang.

Dari 7 soal matematika, tidak ada satupun yang gue jawab. Sedangkan gue menjawab seluruh soal pilihan ganda dari  3 passage super panjang dan njlimet (menurut gue). Matematika memang kelemahan gue. Tapi gue berusaha optimis. Gue menanti hari pengumuman, dan disaat teman-teman lain menerima email tanda lolos, gue tidak menerima email yang sama.

Jujur, rasanya sedih. Hilang sudah kesempatan. Namun kemudian gue berusaha bersyukur, mungkin memang ini yang dipilihkan Tuhan, karena doa gue adalah apabila memang gue sanggup untuk itu, gue memohon untuk diterima. Mengingat sistem les yang berlangsung selama 5 hari penuh dalam seminggu dan ujian setiap minggunya dan adanya sistem eliminasi bila peserta dirasa memiliki hasil yang tidak sesuai selama les berlangsung. Ya, mungkin itu memang terlalu berat buat gue.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya bulan Desember, tiba-tiba sebuah email masuk lagi. Email yang sama. Akan diadakan seleksi untuk batch 2 karena batch pertama yang menerima 100 orang kini sudah berkurang banyak karena seleksi alam. Guepun sedikit ragu untuk mencoba lagi. Apalagi jadwal tesnya berbarengan dengan waktu pengerjaan dan ujian final project salah satu mata kuliah.

Dan akhirnya, gue mengikuti tes itu lagi. Dan soalnya, sama, persis.

Apakah gue bisa dengan mudah mengerjakan soal itu dan lantas diterima di kesempatan kedua ini?

Tidak. Yang seperti itu hanya ada di sinetron televisi.

Peserta test batch 2 ini jauh lebih banyak daripada batch 1, mungkin karena informasi terkait program ini sudah menyebar dari mulut ke mulut sehingga lebih banyak yang tertarik. Gue mengerjakan passage yang tetap membingungkan dengan beberapa jawaban yang berbeda dari tes yang pertama. Dan soal matematika, hanya berhasil gue kerjakan satu nomor saja.

Gue pasrah. Tidak berharap banyak. Hari-hari awal gue memang menunggu email masuk. Tapi tidak ada email yang kunjung masuk. Gue tidak mengecek email gue lagi. Sudahlah, lupakan.

Sampai tanggal 30 kemarin, Ani (yang sudah diterima di batch 1) mengirim bbm, dia memang sangat ingin gue ikut karena dia kesepian nggak ada teman perempuan satu jurusan
"Fit gimana hasil tesnya?"
Guepun membalas dengan cepat
"Ga ada email ni ga keterima berarti wkwk"

Namun sebenarnya gue belum mengecek lagi. Akhirnya gue tergelitik untuk mengecek email.
Ada satu surel disana, dengan subject "asean recruiting project"
Gue membuka dengan enggan, paling hanya promosi event pameran pendidikan jepang seperti sebelumnya. Isi surel itupun berbelit-belit terkait program dan menyatakan terimakasih telah mengikuti tes.... dan diakhir surel ada sebuah kata: lolos.
Gue agak linglung. Gue baca lagi surel itu.

"Ni, keterima deng :|"

Apakah ini kesempatan kedua sesungguhnya buat gue? Merasa takut? Ya. Tapi semoga memang ini rencana baik Tuhan yang dititipkan Tuhan dan gue bisa menjaga amanah itu. Bismillah.

Gembel Jogja (2): Nginep di Stasiun dan Nyebur Asik

Yosh! Jam 7 malam kami sampai di stasiun Purwokerto dan siap seru-seruan tidur di stasiun Purwokerto padahal mah aslinya deg-degan banget takut diusir! Hahaha. Gue yang masih punya hutang ngerjain revisian UAS, langsung mencari posisi di depan tempat ngecas. Awalnya bingung harus nunggu di dalam peron atau di luar. Akhirnya gambling nunggu di dalam peron dan ternyata itu adalah pilihan tepat! Hehehe 
Simak cerita lengkap menginap di stasiun purwokerto di sini yaaa

Setelah agak sepi, gue mulai melapak di samping tempat ngecas, gue menggelar selendang sutra dan duduk dinyaman-nyamanin dan kencan sama psikometrik chart. Setelah bersusah payah mengerjakan revisi karena laptop gak bisa nyala terlalu lama jadi harus di on off terus, jam 12 gue bisa tidur dengan tenang yeay!

Lapak tidur yang nyaman

Jam 4 subuh kereta Progo tercinta datang dan siap membawa kami ke Jogja. Gue sendiri masih sempet-sempetnya tidur di dalem sleeping bag di lantai gerbong selama sekitar 2 jam huahaha nikmaatttt.

Sekitar jam 8 setelah sarapan, gue mengambil motor di rental Andies Motor, dengan harga 60 ribu + 80 ribu karena sudah masuk peak season. Syaratnya mudah cukup ninggalin ID 3 buah, yang gue tinggal saat itu adalah KTP Wahyu, KTM dan paspor gue. Lokasi ketemuan bisa diatur, dan tentu saja kita ambil motor di stasiun Lempuyangan.

Jogja di musim liburan woooow ramai sekali tentunya, macem orang mau kudeta presiden deh. Kamipun meluncur ke daerah sosrowijayan, gang pertama di malioboro yang merupakan pusat hotel dan penginapan backpacker di jogja. Kami numpang mandi di penginapannya Dian dan Fatah hehe. Mereka bermalam di Losmen Utar dengan rate 150ribu permalam dengan kamar mandi luar. Penginapannya cukup bersih, tapi lokasinya masuk ke dalam gang kecil lagi.

Nyebur seru di Goa Pindul

 Jalanan menuju goa pindul yang naik dan berkelok kelok

 Takut nyebur di Pindul karena lagi musim hujan? Well, there we go! Kami nekat ke pindul dengan perjalanan 1.5 jam yang dihiasi rintik-rintik kecil yang tetap di terobos karena ntar juga mau basah-basahan (kata Fatah). Ternyata udah cukup berubah dibanding sekitar 2 tahun yang lalu ke sana. Sepanjang jalan sebelum belokan ke goa pindul rupanya banyak banget spanduk "informasi/tur/antar goa pindul" yang bisa bikin terkecoh dan terjebak di dalamnya halah. Rupanya memang banyak banget orang yang mencari nafkah dengan "membawa" pengunjung ke operator tertentu. Di jalan, kami diikuti oleh mas-mas bermotor yang kekeuh bilang nggak akan minta uang tambahan dan justru dengan ikut dia bakalan gratis tiket gerbang utama 10ribu rupiah. Akhirnya nurut aja sama Fatah yang ngeiyain mas itu, untungnya emang kita nggak dimintain uang lebih dan diajak ke operator yang lebih di atas (bukan yang bagian bawah) dan operator ini nggak terlalu ramai.
 Mumpung masih kece, eksyen duluuu

Harga untuk paket susur goa pindul adalah 35ribu perorang sudah termasuk pelampung. Kita "duduk" di ban besar, berpegangan satu sama lain dan diajak menelusuri goa pindul dengan 3 zona: terang, agak gelap dan gelap sempurna. Satu guide biasanya membawa 10 orang. Kebetulan kami mendapatkan tur guide yang super ramah, mau repot-repot motoin bahkan dia yang nawarin motoin, selera humornya bagus karena selama geguide diselingi bercanda dan nggak kaku. Contohnya dia bilang "kalau kita memukul stalaktit ini sebanyak 3 kali, maka yang memukul akan menjadi sakit. Sakit tangannya karena kebanyakan mukul, jadi bukan karena makhluk halus he he" Hahaha

Sebelum gelap, foto-foto dulu modal hp yang dibungkus plastik gorengan :))
Kita bahkan disuruh untuk turun dari ban dan berenang di area goa yang terbuka yang kalau siang akan masuk cahaya yang luar biasa cakepnya. Kita juga disuruh lompat dari tebing yang agak tinggi dan kemudian ke tempat finish dengan cara berenang. Rasanya seru banget apalagi lagi hujan rintik-rintik airnya jadi makin dingin!

Siap siap manjat untuk lompat dari "tebing"
 Memang sih di musim hujan airnya jadi agak naik dan warnanya nggak banget, coklat keruh kaya banjir bekasi. Padahal aslinya warnanya itu biru kehijauan. Tapi tetep aman kok dan ya lumayan lah buat seru-seruan hehehe

Selfie bikers :3
Pemandangan indah dari bukit bintang di perjalanan pulang

Habis itu kita kemana lagi? Simak postingan selanjutnya yaaa :)


Pengeluaran hari ke 2
Transportasi
Tiket progo purwokerto - lempuyangan : 100rb + 20rb admin
Motor 160
Bensin 20
Total: 300rb

Akomodasi
Roti di st purwokerto: 5rb
Sarapan pagi nasi kucing+teh di lempuyangan: 7rb
Makan siang yogya chicken: 18rb + 1 parkir
Goa pindul: 70rb
Parkir pindul: 2rb
Parkir SKE: 2rb
Jajan es krim di Il mondo: 20rb + 2rb
Parkir sekaten: 5rb
Wahana sekaten: 8rb
Makan malem burjo: 15rb
Total : 155rb



Be Grateful, For Always

Saya rindu menulis! Setelah niat mulia untuk menulis semalam tertunda karena TV combo (pinjeman dari lina) yang tiba-tiba menyala, perhatian pun tertuju pada TV hahaha dasar anak kosan. Masih punya hutang banyak postingan liburan kemarin. Rindu juga nulis di coretanpejalan, semoga bisa terkejar huahaha.

Yeah, this is it. 1 Januari 2015. Masih nggak percaya, time flies way too fast. Inilah gue, still learn how to take good pictures, write good stories, and learn how to do my thesis! Hahahaha

Tiba-tiba semalam gue mempos foto di instagram dengan caption ala Mario Teguh Golden Ways.

Sok candid dengan latar mural cantik di Jl. Sosrowijayan

Senang, susah dan sedih itu memang seringkali kita yang buat-buat sendiri. Banyak yang sebenarnya masalahnya banyak tapi lebih memilih untuk tidak mengeluh. Dan ada pula yang sebenarnya tidak bermasalah, tapi sibuk untuk mempermasalahkan. Coba lihat orang-orang yang hidup dijalanan, bisa jadi mereka belum tahu besok mereka bisa makan atau nggak, coba lihat kakek tua yang masih membopong karung besar di punggungnya di usianya yang renta. Mereka masih bisa tersenyum walaupun hidup menertawai mereka sedemikian rupa. Tapi coba lihat, di sudut yang lain; remaja dengan baju bagus dan sepatu mengkilap, sibuk mengeluh tentang limit kartu kredit pemberian orangtuanya. Sibuk mengeluh tentang baju keluaran terbaru yang belum sempat dibelinya. Sibuk mengeluh dengan gadget keluaran terbaru yang belum dimilikinya. Ya, mempermasalahkan yang tidak sepantasnya dipermasalahkan.

In my humble opinion, yang paling penting dalam hidup adalah kita tetap bersyukur akan apa yang telah diberikan Tuhan sama kita. As long as we've tried our best, there must be no reason for us to complain. Selama kita bersyukur pasti nikmat itu akan ditambah terus menerus. Dan gue amat merasakan itu. Gue pernah merasa hidup gue sedikit lebih berat daripada biasanya. Lalu gue menyadari, gue kurang bersyukur. Memang gue tidak merutuki hidup gue, tapi, sebenarnya gue kurang bersyukur. Dan gue amat merasakan ketika gue merasa cukup dengan apa yang dikasih Tuhan, yang digarisin Tuhan, justru setelah itu gue diberikan berkah yang lebih daripada itu. Yah, kadang-kadang gue kesel juga sama orang yang sedikit-sedikit ngeluh, sedikit-sedikit bilang nggak bisa, nggak ada, nggak cukup. 

Tapi bukan berarti gue 100% mulus seperti apa yang gue tulis. Gue juga acapkali mengeluh, tapi cukuplah gue simpan untuk orang-orang terdekat aja. Gue juga sama. Bisa marah, bisa sedih, bisa kecewa. Tapi bukankah lebih baik kalau kita berusaha (dan gue juga masih terus belajar dan berusaha) untuk menunjukkan sisi kebahagian kita. Spread the love, share the happiness instead of keep babling of your problems, uring-uringan di media sosial padahal belum tentu orang lain mau tau dan mau peduli sama masalah kita, malah bikin males yang ngebacanya dan bisa jadi ngecap kita jadi orang yang nggak tau bersyukur he he.

No offense, just my little thought di penghujung tahun 2014. Tahun yang alhamdulillah banyak banget yang bisa disyukuri. Akhir kata, be grateful, for always.



Tuesday, 23 December 2014

Gembel Jogja (1): Teler di Kereta

Finally hari H! Jam setengah 2 kebangun dan bukannya mengerjakan sesuatu yang berguna malahan bengong-bengong doang. Bawaan belum ngerjain revisi! Akhirnya setengah 4 baru beres-beres dan dengan berat hati membawa laptop 3kg ku tercinta. Gue pikir bakalan keren buka-buka laptop di kereta, kayak anak ambi, padahal mah, anak malas. Hahahahaha

Jam 5 berangkat, baru keluar kosan dikit eh sendal wahyu putus!! Pertanda apanih hahahha. Dipaksain lah jalan dengan terseok-seok, sampe stasiun kota jam 6 lewat dikit, akhirnya muter-muter nyari sendal tapi belum pada buka, alhasil beli nasi uduk plus tempe seharga 4000. Gue takjub masih bisa makan harga segitu di tempat touristy kaya stasiun kota. Tidak lupa membeli kaos kaki 10ribu 3 untuk bekal, bukan untuk dimakan tapi untuk dipakai karena kaos kaki gue pada hilang entah dimana

Jam 7 kereta serayu datang, karena takut ga dapet kompartemen tas, kami bergegas masuk. Masih kosong. Fyuuh. Sebenernya pengen beli kfc buat bekal, tapi wahyu mager, alhasil gajadi.

Gue pernah lewat jalur ini sekali, tapi waktu itu malem, pernah juga pagi tapi cuma dari bandung ke jakarta. Ternyata,pemandangan lewat jalur bandung tasik dst itu indah! Indah banget! Saking indahnya, bingung mau gimana lagi jelasinnya. Rel kereta rata-rata di atas bukit, jadinya pemandangannua itu sawah berundak-undak kaya di bali gitu, kampung dari ketinggian dan kejauhan, pokoknya yang tinggi tinggi dan ijo-ijo. Namun rupanya, pemandangan indah itu menyimpan .........
 
Menyimpan sesuatu.

Gue yang mulai panik mulai membuka laptop sekitar jam 9. Namun entah kenapa kepala gue pusing banget, mual, perut gaenak. Gue lemes. Tak berdaya. Tak punya tenaga. Apalagi harga diri, udah nggak ada!! Gue yang bisa dibilang khatam naik kereta ekonomi dinyatakan... mabok!! Gue jadi inget, gue pernah naik mobil travel lewat jalur ini dan gue sukses mabok berat. Ternyata jalur keretanya sama aja!! Kombinasi antara perut yang kurang kenyang, ac yang ga berasa jadinya ruangan gerbong super pengap, dan jalur yang meliuk liuk membuat goncangan kereta ga karuan plus harus fokus liat laptop, sukses membuat gue teler.
Gue kapok. Gue gakmau naik jalur ini lagi siang-siang! Wahyu juga teler! Hahaha
 Muka teler yang.... ah sudahlah

Karena emang gue ga pernah bisa duduk diam di bangku, gue mulai jumpalitan kaya cacing kepanasan di kursi. Miring sana miring sini. Angkat kaki turunin kaki, duduk sila duduk yoga. Tidur telentang tidur melintang. Sedikit-sedikit gue memaksakan mengerjakan revisian, begitu mulai mual lagi langsung tutup laptop. Di cipede rupanya kereta ketahan lumayan lama. Wahyu beli popmie dan somay. Lumayan untuk mendiamkan perut gue sebentar.
 Berbagai pose andalan, anggap saja di kasur kosan

Emang rejeki gak kemana, hujan mulai rintik-rintik. Dan mulai intens, gerbong pun jadi rada ademan, dan walaupun hitung-hitungan tugas STU gue makin gak karuan karena rupanya banyak yang selip, setidaknya gue dan lina (di kereta lain) sudah memulai untuk mengerjakan. Kalo kata eni, malam masih panjang! Hahahahaha

 Muka lusuh yang udah rada seneng karena udah adem

Pesan moral:
1. Makanlah dengan kenyang. Kalau naik kereta siang, bawalah cemilan yang banyak karena badan lebih pengen nyemil daripada tidur. Jangan sampe kaya gue yang jadinya puasa gini hahaha
2. Kerjakan tugasmu selagi tempatnya masih nyaman!
3. Periksa sendalmu apakah sudah mau putus atau belum hahahaha

*baru berangkat dari stasiun ciamis. Jam 3 sore
Pengeluaran hari -1: (semua untuk 2 orang)

Transportasi
Tiket serayu : 70rb + 20rb admin
Total: 90 ribu (Udah dari jauh hari)
 \
Akomodasi Hari H
Ojek kos - stasiun ui : 16rb
Krl ui - kota : 8rb
Sarapan pagi nasi uduk, air 3 botol : 19rb
Makan siang di kereta, popmie - somay : 20rb
Total: 63 ribu

Pengeluaran tak terduga
Kaos kaki: 10
Silver Queen: 8ribu
Total: 18ribu


Monday, 22 December 2014

Gembel Jogja: Bersusah-susah Dahulu.......

Walaupun liburan di saat orang lain tidak liburan itu amat menyenangkan, tetap saja liburan di saat orang lain juga liburan itu jadi hal yang ditunggu-tunggu huahaha

Tiket sudah ditangan, dengan usaha keras dan stok keberuntungan, didapatlah tiket ala gembel sebagai berikut:

Pergi: (untuk 2 orang)
Serayu pagi. Jakarta kota - purwokerto 23 des 07.40-19.xx
Progo. Purwokerto - lempuyangan 24 des 04.00 - 07.xx

Pulang:
Untuk gue: Bengawan. lempuyangan - pasar senen 29 des 16.xx - 01.xx
Untuk wahyu: Progo. lempuyangan - pasar senen 29 des 14.xx - 23.xx

Total pokoknya ga sampe 400 ribu untuk pp berdua! Mure banget ditengah tiket yang super sold out bahkan yang harganya 550ribu one way perorang! Yap tiket tersebut dibeli seadanya dan untuk tiket pulang beli dari hasil refresh refresh sehingga bisa dapet batalan orang. Bahkan tiket pulang gue awalnya nyambung kaya tiket perginya, untungnya setelah itu dapet yg langsung. Jadi yang nyambung dibatalin aja nanti

Bakalan nginep di stasiun purwokerto, dan belum mikirin untuk ke solo dan jogjanya. Nggak tau juga mau nginep dimana, pokoknya yang penting berangkat dulu!

Sebenernya hati ini super galau dan gelisah karena revisian belum selesai dan besok sudah harus berangkat, padahal deadline adalah tanggal 24. Ditambah lagi sissy lina yang nggak ngeh dan bahkan sudah berangkat pulkam malam ini huhuhu makin panik lah gue.

Gue juga bingung kenapa gue bisa semalas ini. Sebenernya ini terjadi karena gue bingung masalah mengerjakannya, jadinya berubah ke takut untuk mulai ngerjain. Buruk memang. Ada satu hal lagi yang sebenernya disadari oleh fatah, diam diam gue adalah seorang perfeksionis (nggak banget ye dari kelakuan gue). Ya, hal itulah yang seringkali mengganjal gue, membuat gue enggan mengerjakan sesuatu kalau hasilnya kira-kira nggak bagus. Ah banyak mauuuuu padahal segini gini aja :(