Google+ Followers

Thursday, 1 January 2015

Gembel Jogja (2): Nginep di Stasiun dan Nyebur Asik

Yosh! Jam 7 malam kami sampai di stasiun Purwokerto dan siap seru-seruan tidur di stasiun Purwokerto padahal mah aslinya deg-degan banget takut diusir! Hahaha. Gue yang masih punya hutang ngerjain revisian UAS, langsung mencari posisi di depan tempat ngecas. Awalnya bingung harus nunggu di dalam peron atau di luar. Akhirnya gambling nunggu di dalam peron dan ternyata itu adalah pilihan tepat! Hehehe 
Simak cerita lengkap menginap di stasiun purwokerto di sini yaaa

Setelah agak sepi, gue mulai melapak di samping tempat ngecas, gue menggelar selendang sutra dan duduk dinyaman-nyamanin dan kencan sama psikometrik chart. Setelah bersusah payah mengerjakan revisi karena laptop gak bisa nyala terlalu lama jadi harus di on off terus, jam 12 gue bisa tidur dengan tenang yeay!

Lapak tidur yang nyaman

Jam 4 subuh kereta Progo tercinta datang dan siap membawa kami ke Jogja. Gue sendiri masih sempet-sempetnya tidur di dalem sleeping bag di lantai gerbong selama sekitar 2 jam huahaha nikmaatttt.

Sekitar jam 8 setelah sarapan, gue mengambil motor di rental Andies Motor, dengan harga 60 ribu + 80 ribu karena sudah masuk peak season. Syaratnya mudah cukup ninggalin ID 3 buah, yang gue tinggal saat itu adalah KTP Wahyu, KTM dan paspor gue. Lokasi ketemuan bisa diatur, dan tentu saja kita ambil motor di stasiun Lempuyangan.

Jogja di musim liburan woooow ramai sekali tentunya, macem orang mau kudeta presiden deh. Kamipun meluncur ke daerah sosrowijayan, gang pertama di malioboro yang merupakan pusat hotel dan penginapan backpacker di jogja. Kami numpang mandi di penginapannya Dian dan Fatah hehe. Mereka bermalam di Losmen Utar dengan rate 150ribu permalam dengan kamar mandi luar. Penginapannya cukup bersih, tapi lokasinya masuk ke dalam gang kecil lagi.

Nyebur seru di Goa Pindul

 Jalanan menuju goa pindul yang naik dan berkelok kelok

 Takut nyebur di Pindul karena lagi musim hujan? Well, there we go! Kami nekat ke pindul dengan perjalanan 1.5 jam yang dihiasi rintik-rintik kecil yang tetap di terobos karena ntar juga mau basah-basahan (kata Fatah). Ternyata udah cukup berubah dibanding sekitar 2 tahun yang lalu ke sana. Sepanjang jalan sebelum belokan ke goa pindul rupanya banyak banget spanduk "informasi/tur/antar goa pindul" yang bisa bikin terkecoh dan terjebak di dalamnya halah. Rupanya memang banyak banget orang yang mencari nafkah dengan "membawa" pengunjung ke operator tertentu. Di jalan, kami diikuti oleh mas-mas bermotor yang kekeuh bilang nggak akan minta uang tambahan dan justru dengan ikut dia bakalan gratis tiket gerbang utama 10ribu rupiah. Akhirnya nurut aja sama Fatah yang ngeiyain mas itu, untungnya emang kita nggak dimintain uang lebih dan diajak ke operator yang lebih di atas (bukan yang bagian bawah) dan operator ini nggak terlalu ramai.
 Mumpung masih kece, eksyen duluuu

Harga untuk paket susur goa pindul adalah 35ribu perorang sudah termasuk pelampung. Kita "duduk" di ban besar, berpegangan satu sama lain dan diajak menelusuri goa pindul dengan 3 zona: terang, agak gelap dan gelap sempurna. Satu guide biasanya membawa 10 orang. Kebetulan kami mendapatkan tur guide yang super ramah, mau repot-repot motoin bahkan dia yang nawarin motoin, selera humornya bagus karena selama geguide diselingi bercanda dan nggak kaku. Contohnya dia bilang "kalau kita memukul stalaktit ini sebanyak 3 kali, maka yang memukul akan menjadi sakit. Sakit tangannya karena kebanyakan mukul, jadi bukan karena makhluk halus he he" Hahaha

Sebelum gelap, foto-foto dulu modal hp yang dibungkus plastik gorengan :))
Kita bahkan disuruh untuk turun dari ban dan berenang di area goa yang terbuka yang kalau siang akan masuk cahaya yang luar biasa cakepnya. Kita juga disuruh lompat dari tebing yang agak tinggi dan kemudian ke tempat finish dengan cara berenang. Rasanya seru banget apalagi lagi hujan rintik-rintik airnya jadi makin dingin!

Siap siap manjat untuk lompat dari "tebing"
 Memang sih di musim hujan airnya jadi agak naik dan warnanya nggak banget, coklat keruh kaya banjir bekasi. Padahal aslinya warnanya itu biru kehijauan. Tapi tetep aman kok dan ya lumayan lah buat seru-seruan hehehe

Selfie bikers :3
Pemandangan indah dari bukit bintang di perjalanan pulang

Habis itu kita kemana lagi? Simak postingan selanjutnya yaaa :)


Pengeluaran hari ke 2
Transportasi
Tiket progo purwokerto - lempuyangan : 100rb + 20rb admin
Motor 160
Bensin 20
Total: 300rb

Akomodasi
Roti di st purwokerto: 5rb
Sarapan pagi nasi kucing+teh di lempuyangan: 7rb
Makan siang yogya chicken: 18rb + 1 parkir
Goa pindul: 70rb
Parkir pindul: 2rb
Parkir SKE: 2rb
Jajan es krim di Il mondo: 20rb + 2rb
Parkir sekaten: 5rb
Wahana sekaten: 8rb
Makan malem burjo: 15rb
Total : 155rb



No comments:

Post a Comment