Google+ Followers

Thursday, 1 January 2015

Be Grateful, For Always

Saya rindu menulis! Setelah niat mulia untuk menulis semalam tertunda karena TV combo (pinjeman dari lina) yang tiba-tiba menyala, perhatian pun tertuju pada TV hahaha dasar anak kosan. Masih punya hutang banyak postingan liburan kemarin. Rindu juga nulis di coretanpejalan, semoga bisa terkejar huahaha.

Yeah, this is it. 1 Januari 2015. Masih nggak percaya, time flies way too fast. Inilah gue, still learn how to take good pictures, write good stories, and learn how to do my thesis! Hahahaha

Tiba-tiba semalam gue mempos foto di instagram dengan caption ala Mario Teguh Golden Ways.

Sok candid dengan latar mural cantik di Jl. Sosrowijayan

Senang, susah dan sedih itu memang seringkali kita yang buat-buat sendiri. Banyak yang sebenarnya masalahnya banyak tapi lebih memilih untuk tidak mengeluh. Dan ada pula yang sebenarnya tidak bermasalah, tapi sibuk untuk mempermasalahkan. Coba lihat orang-orang yang hidup dijalanan, bisa jadi mereka belum tahu besok mereka bisa makan atau nggak, coba lihat kakek tua yang masih membopong karung besar di punggungnya di usianya yang renta. Mereka masih bisa tersenyum walaupun hidup menertawai mereka sedemikian rupa. Tapi coba lihat, di sudut yang lain; remaja dengan baju bagus dan sepatu mengkilap, sibuk mengeluh tentang limit kartu kredit pemberian orangtuanya. Sibuk mengeluh tentang baju keluaran terbaru yang belum sempat dibelinya. Sibuk mengeluh dengan gadget keluaran terbaru yang belum dimilikinya. Ya, mempermasalahkan yang tidak sepantasnya dipermasalahkan.

In my humble opinion, yang paling penting dalam hidup adalah kita tetap bersyukur akan apa yang telah diberikan Tuhan sama kita. As long as we've tried our best, there must be no reason for us to complain. Selama kita bersyukur pasti nikmat itu akan ditambah terus menerus. Dan gue amat merasakan itu. Gue pernah merasa hidup gue sedikit lebih berat daripada biasanya. Lalu gue menyadari, gue kurang bersyukur. Memang gue tidak merutuki hidup gue, tapi, sebenarnya gue kurang bersyukur. Dan gue amat merasakan ketika gue merasa cukup dengan apa yang dikasih Tuhan, yang digarisin Tuhan, justru setelah itu gue diberikan berkah yang lebih daripada itu. Yah, kadang-kadang gue kesel juga sama orang yang sedikit-sedikit ngeluh, sedikit-sedikit bilang nggak bisa, nggak ada, nggak cukup. 

Tapi bukan berarti gue 100% mulus seperti apa yang gue tulis. Gue juga acapkali mengeluh, tapi cukuplah gue simpan untuk orang-orang terdekat aja. Gue juga sama. Bisa marah, bisa sedih, bisa kecewa. Tapi bukankah lebih baik kalau kita berusaha (dan gue juga masih terus belajar dan berusaha) untuk menunjukkan sisi kebahagian kita. Spread the love, share the happiness instead of keep babling of your problems, uring-uringan di media sosial padahal belum tentu orang lain mau tau dan mau peduli sama masalah kita, malah bikin males yang ngebacanya dan bisa jadi ngecap kita jadi orang yang nggak tau bersyukur he he.

No offense, just my little thought di penghujung tahun 2014. Tahun yang alhamdulillah banyak banget yang bisa disyukuri. Akhir kata, be grateful, for always.



No comments:

Post a Comment