Google+ Followers

Friday, 24 April 2015

Mengalahkan Rasa Takut

Rasa takut? Setiap orang pasti memiliki rasa takut yang sadar tidak sadar ada dalam dirinya. Baik itu takut karena sudah pernah mencoba dan ternyata membuat trauma, ataupun takut yang nggak pernah nyoba tapi kata orang sih nakutin, jadi ya takut aja gitu.
Begitupula gue, walaupun kebanyakan orang melihat gue sebagai orang yang berani, cenderung nekat dan easygoing dalam artian mudah ngapa-ngapain, sebenarnya ada banyak hal yang gue takuti.

Salah satunya, gue takut naik gunung.

Sepele?

Gue juga nggak ngerti darimana asalnya rasa takut itu berasal. Yang jelas, I simply cant imagine myself in a forest, following the pathway to reach the peak of a mountain. Besar, luas, dan nggak tau bakalan ada apa aja di dalamnya. Takut kedinginan, takut nyasar, takut nggak nyampe, takut ketinggalan rombongan, bahkan takut sama yang enggak enggak.

Hingga akhirnya gue lupa akan segala reason reason  gue itu. Di suatu malam, gue memutuskan untuk naik gunung (yang sebenernya "rendah" mungkin level sebenarnya adalah bukit) dengan atau tanpa teman (Luckily, Lina was going with me).
Gunung bongkok, di desa Cikadang, Purwakarta.

Gue memulai langkah gue dengan berjuta pikiran yang berkecamuk, tapi yang jelas kaki gue tetap mantap melangkah. Gue merasa seperti, inilah saatnya. Beating my own self is a must, no compromise anymore. Then I kept pushing my limits, dan entah sial atau beruntung, "gunung" yang gue sambangi rupanya punya trek yang bagi pendaki lain yang sudah biasa pun tergolong "waw". Dengan nafas yang udah maksa banget, apalagi sendi lutut yang nggak pernah diajak olahraga akhirnya berhasil membawa gue ke puncak, even I consider the peak as a bonus. Ya, gue berhasil mengalahkan diri gue sendiri. Gue menang.

Bahkan beberapa hari setelahnya gue berani memulai "perjalanan" perdana gue, sendirian, hingga ke puncak gunung api purba nglanggeran. Dan gue semakin sadar, semakin "bisa" dan semakin hilang rasa takut gue, disitulah kewaspadaan meningkat dan kesombongan itu menurun.

Jadi, bagaimana rasanya mengalahkan rasa takut?
Sulit? Ya
Worth to try? Definitely yes.
  



No comments:

Post a Comment