Google+ Followers

Saturday, 25 April 2015

Pengalaman Mendaftar JLPT: Mengisi Formulir

Tanggal 10 April yang lalu adalah batas akhir pendaftaran JLPT untuk tes tanggal 5 July 2015. Dan ini adalah pertama kali gue (akan) mengikuti tes ini. Huah serem! Mmmm, JLPT?

APASIH JLPT itu?
JLPT adalah kepanjangan dari Japanese Language Proficiency Test, atau dalam bahasa asalnya Nihongo Nouryoku Shiken atau singkatnya adalah TOEFLnya versi Jepang. Nah yang membedakan adalah kalau ketika ikut TOEFL kita akan dapat sertifikat "gimanapun" hasil test kita yaitu berupa angka, untuk JLPT ini kita diharuskan untuk memilih "level mana" yang mau kita ambil, dan hasil yang didapat adalah "PASS" atau "FAIL". Levelnya adalah N1 (paling sulit) hingga N5 (paling mudah)

DIMANA KALAU MAU IKUT?
Ujian ini tidak bisa "sembarangan" diikuti, karena untuk penyelenggaraan diluar Jepang, di handle oleh The Japan Foundation yang terdapat diberbagai kota di dunia. Singkat kata, kita bisa ikut kalo ada yang nyelenggarain. Nah, kebetulan, bulan July ini, Unviversitas Dharma Persada nyelenggarain jadi gue bisa ikutan deh

GIMANA CARA DAFTARNYA?
Tanggal 10 kemarin, gue langsung datang ke Universitas Dharma Persada di Raden Inten (sekitaran Buaran) dengan membawa formulir pendaftaran yang sudah dibawakan sebelumnya oleh temen gue (kolektif). Tapi kalo mau beli disini langsung juga bisa, harganya 15 ribu rupiah. Formulir yang udah diisi lengkap kemudian dikumpulkan dan kita diharuskan untuk membayar biaya pendaftaran (70 ribu hingga 100ribu tergantung level). Karena gue ikut yang N5, gue cukup bayar 70ribu. Oiya, gue juga ngebeliin buat temen gue sekalian ngisiin, jadi untuk seluruh rangkaian pendaftaran bisa diwakilkan. Setelah bayar, kita disuruh tunggu kartu ujian datang ke alamat kita. Kece!

SUSAH NGGAK NGISI FORMULIRNYA?
Formulir pendaftarannya sendiri adalah formulir 3 rangkap yang harus diisi sesuai buku petunjuk yang udah sepaket sama formulir yang kita beli. Tenang aja, kualitas kertas rangkap (karbon)nya bagus, nggak kaya di kita yang suka nyiplak nyiplak kotor. Petunjuknya buanyaaaak dan sebenernya sistematis, tapi berhubung di Indonesia gue rasa nggak pernah "se sistematis" itu jadinya malahan bingung pas mau ngisi. Petunjuknya pun dalam bahasa Jepang pang pang, tapi juga ada petunjuk bahasa Inggrisnya. Saran gue, baca dan bolak balik dulu seluruh petunjuknya barulah mulai ngisi. Dan PERHATIKAN ANGKA INDEKS PENGISIAN dan cocokkan dengan petunjuk

Ada section yang menanyakan, apakah kita sudah pernah belajar bahasa jepang, sehari-hari hubungan bahasa jepangnya gimana, apa pekerjaan kita, kenapa ikut JLPT dan sebagainya. Nah cara jawabnya adalah mengisi angka yang sesuai dengan yang ada dibuku petunjuk, misal untuk jawaban "mengikuti JLPT untuk keperluan studi ke Jepang" ditulis dengan angka 6. Pengalaman gue waktu ngisi formulir, gue masih ketuker di bagian occupation dan occupation details, alhasil gue panik (takut 15ribu gue melayang hahaha)

Rupanya, setelah gue tanya ke mbak-mbak di Unsada, bagian yang salah cukup DITIP-EX saja saudara saudara dan diisi ulang! Hahaha uang gue nggak jadi melayang :p
Oiya untuk pengisiannya hurufnya pun harus jelas dan sesuai standar, jangan lupa mengisi alamat domisili kita karena nanti kartu ujian akan langsung dikirim ke alamat tersebut. Dan jangan lupa juga untuk menyertakan  dua lembar foto 3x4 yang ditempel di formulir. Selain itu, kita harus inget sama "password" yang kita "buat sendiri" di formulir pendaftaran. Password ini berguna untuk melihat hasil ujian nanti.

Akhir kata, begitulah pengalaman gue dalam mendaftar JLPT, untuk tahap selanjutnya InsyaAllah akan gue update lagi disini! :)


No comments:

Post a Comment